Tutupnya Pusat Perbelanjaan Bukan Hanya Karena Bisnis E-Commerce

Pusat perbelanjaan di DKI Jakarta belakangan ini tengah menghadapi tekanan tinggi. Setelah pusat perbelanjaan di Glodok ditinggalkan para pelanggan, kini giliran Matahari yang memutuskan untuk menutup dua gerainya di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M.

Melihat fenomena ini, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang menganggap hal itu wajar. Namun, dia tidak setuju jika penutupan gerai tersebut diakibatkan oleh perkembangan industri e-commerce.

Baca juga: Akankah Pusat Perbelanjaan Mati dengan Pesatnya Perkembangan E-commerce di Indonesia

“Saya tidak yakin bahwa penyebab utamanya adalah berkembangnya e-commerce karena dari data hanya sekitar 29 persen atau sekitar 26,3 juta jiwa saja yang memanfaatkan internet untuk berbelanja,” kata Sarman kepada Liputan6.com.

Meski dari data masih terbilang kecil, bukan tidak mungkin jika e-commerce akan mengambil alih dari pasar perbelanjaan ke depannya. Oleh karena itu, Sarman mengingatkan para pengusaha yang memiliki gerai untuk terus berinovasi.

578263655

Selain harga yang jauh lebih murah dari penjualan secara konvensional, kemudahan berbelanja serta pembayaran yang ditawarkan situs e-commerce menjadi alasan kenapa banyak orang lebih memilih belanja online.

Baca juga: Hasil Survey Buktikan Generasi Milenia Gemar Belanja Online Tapi Tetap Suka Ngemall

Terlebih, saat ini pemerintah menggalakkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNNT). Jika hal ini dilakukan, masyarakat akan semakin nyaman dan terbiasa untuk bertransaksi secara online.

 

Written by
Like Comment
0 Comments