Apa yang Terjadi di Social-Commerce Indonesia jika Facebook Benar-Benar Sediakan Fitur Pembayaran Transfer ATM?

Ada berita di e27.co yang menyebutkan saat ini Facebook sedang testing fitur pembayaran transfer via ATM di Thailand.  Berita ini sedikit mengejutkan saya sebagai orang Indonesia, karena jika testing ini berhasil, otomatis akan sedikit banyak merubah persentase market size e-commerce yang mungkin akan langsung naik beberapa kali lipat.

Kunjungi juga : Kembangkan bisnis online store Anda dengan fitur – fitur canggih dan harga yang terjangkau

Bayangkan jika Anda menyukai satu gaun pendek, lengkap dengan status ketersediaannya di fanspage facebook dari satu brand.  Kemudian Anda langsung pilih gaunnya, isi nama Anda, no handphone, email, alamat kirim lalu tekan tombol bayar opsi transfer. Setelah membaca keterangan produk baru diantar setelah Anda konfirmasi telah melakukan pembayaran, Anda kemudian langsung pergi ke ATM untuk transfer sejumlah uang yang diminta. Setelah itu Anda melakukan konfirmasi pembayaran dan tidak beberapa lama kemudian si penjual langsung merubah status order menjadi order sedang diproses dan menyatakan order Anda akan segera dikirim ke alamat Anda. Buat Anda, yang suka belanja di online store atau marketplace, mungkin tahapan ini tidak terlalu asing. Tapi jika keseluruhan tahapan ini ada di Facebook, apakah ini terdengar lebih menyenangkan?

Bagi sebagian besar orang iya. Kenapa? Mare deh kita kupas satu per satu. 🙂

1. Penggunaan Facebook dan stigma orang harus punya Facebook masih merajai di Indonesia. Harus diakui Facebook masih banyak disukai oleh sebagian besar orang Indonesia.  Berdasarkan data wearesocial yang dirilis awal 2016, data pengguna sosial media mencapai 79 juta, dan 15%-nya menggunakan Facebook. Facebook adalah yang tertinggi, sisanya diikuti oleh Google+, Twitter dan Instagram.  Kisaran umur pengguna Facebook paling banyak adalah 20 sampai dengan 29 tahun yang didominasi jenis kelamin pria.  Dengan pengguna hampir 12 juta, dipastikan penambahan fitur pembayaran akan menumbuhkan transaksi online di platform sosial media ini. Dan ini bisa jadi next booster pertumbuhan transaksi online di Indonesia.

2. Pembayaran via transfer adalah fitur pembayaran terfavorit. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Jakpat (Jajak Pendapat) terhadap 430 reponden usia produktif (18-38 tahun) di berbagai penjuru Indonesia 2016, mayoritas pembayaran favorit 70% adalah transfer via ATM.  Jika demikian, Facebook akan disambut dengan gembira kalau benar-benar bisa menambahkan fitur pembayaran transfer.

3. Social Economic Status (SES) C akan tumbuh pesat berbelanja online via social commerce. Kebanyakan SES C masih kurang familiar dengan belanja online di toko online maupun marketplace.  Mereka lebih banyak melakukan transaksi online via sosial media, chatting platform, dan C2C marketplace. Dengan ada fitur tambahan ini, maka setidaknya Facebook akan menjadi pilihan utama untuk transaksi pembayaran langsung yang lebih mudah dan aman.

4. The rising of Small Medium Brand (SMB), untuk jualan lebih banyak via social commerce. Dengan penambahan fitur pembayaran transfer yang mempermudah jualan online, maka SMB akan semakin dimudahkan hadir tanpa banyak mengeluarkan investasi yang tinggi dan bisa langsung jualan dalam waktu yang singkat. Ini berarti pertumbuhan e-commerce di Indonesia bisa jadi tumbuh berkali-kali lipat daripada yang telah diprediksi.

Written by
Like Comment
0 Comments